Senin, 16 Maret 2026
Politik

Ini Alasan Bupati Lebak Tak Temui Pendemo

Dede Ahmad Jaelani
Dede Ahmad Jaelani Kontributor
04 Mar 2026 • 17 views
Ini Alasan Bupati Lebak Tak Temui Pendemo

Lebak – Aksi ratusan mahasiswa di depan Kantor Bupati Lebak, Senin (2/3/2026), memunculkan tanda tanya besar setelah Bupati tak kunjung menemui massa saat unjuk rasa berlangsung. Situasi sempat memanas sebelum akhirnya pertemuan digelar pada malam ...

🤖

Exceutive Summary

Aksi ratusan mahasiswa di depan Kantor Bupati Lebak pada Senin (2/3/2026) menimbulkan ketidakpuasan karena bupati tidak menemui mahasiswa saat demonstrasi. Bupati Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya menjelaskan bahwa aksi dijadwalkan pukul 08.00 WIB, namun mahasiswa belum hadir hingga tengah hari dan bupati harus melanjutkan agenda pemerintahan lain. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak anti kritik dan demonstrasi merupakan bagian demokrasi yang harus dihormati. Bupati mengakui miskomunikasi mengenai waktu aksi dan menekankan pentingnya komunikasi efektif. Setelah pertemuan malam hari dengan perwakilan mahasiswa, kedua belah pihak sepakat membentuk forum dialog rutin agar aspirasi mahasiswa dapat dievaluasi secara terstruktur dan produktif.

🎯

Poin Penting

  • Bupati Lebak, Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya, tidak datang ke aksi mahasiswa karena agenda kedinasan yang sudah terjadwal, meskipun sudah menyiapkan pertemuan sesuai surat pemberitahuan.
  • Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak menolak kritik dan mengakui adanya miskomunikasi mengenai waktu aksi, serta menyatakan pentingnya dialog terbuka antara mahasiswa dan pemerintah.
  • Setelah pertemuan malam hari, kedua belah pihak sepakat membentuk forum dialog rutin sebagai ruang evaluasi terbuka agar aspirasi mahasiswa dapat disampaikan secara terstruktur dan produktif.

Lebak – Aksi ratusan mahasiswa di depan Kantor Bupati Lebak, Senin (2/3/2026), memunculkan tanda tanya besar setelah Bupati tak kunjung menemui massa saat unjuk rasa berlangsung. Situasi sempat memanas sebelum akhirnya pertemuan digelar pada malam hari.


Menanggapi polemik tersebut, Bupati Lebak, Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya, memberikan penjelasan langsung usai pertemuan dengan perwakilan mahasiswa.


“Saya tidak pernah berniat menghindar dari adik-adik mahasiswa. Sejak pagi saya sudah bersiap menerima aksi sesuai jadwal yang disampaikan dalam surat pemberitahuan,” ujar Hasbi.


Ia menjelaskan, berdasarkan surat yang diterima, aksi dijadwalkan pukul 08.00 WIB. Namun hingga lewat tengah hari, massa belum hadir di lokasi. Di sisi lain, ia memiliki agenda kedinasan lain yang telah terjadwal.


“Karena ada agenda pemerintahan yang tidak bisa ditinggalkan, saya harus melanjutkan tugas. Tapi saya pastikan komunikasi tetap dibuka dan Wakil Bupati saya tugaskan untuk menerima teman-teman mahasiswa,” katanya.


Hasbi juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak anti kritik. Menurutnya, demonstrasi merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang harus dihormati.


“Kritik itu penting. Kami tidak alergi terhadap aspirasi. Justru ini menjadi bahan evaluasi bagi kami dalam menjalankan pemerintahan,” ucapnya.


Ia mengakui adanya miskomunikasi terkait waktu pelaksanaan aksi. Namun, menurutnya, hal tersebut seharusnya tidak memperkeruh suasana jika komunikasi berjalan efektif.


“Kita semua punya tanggung jawab menjaga kondusivitas daerah. Ke depan, saya berharap komunikasi bisa lebih baik agar tidak terjadi kesalahpahaman,” tambahnya.


Pertemuan malam hari itu kemudian menghasilkan kesepakatan pembentukan forum dialog rutin antara mahasiswa dan Pemerintah Kabupaten Lebak. Bupati menyatakan forum tersebut akan menjadi ruang evaluasi terbuka.


“Kita sepakat membentuk ruang diskusi berkala. Supaya aspirasi tidak hanya disampaikan lewat aksi, tapi juga lewat forum yang terstruktur dan produktif,” pungkasnya.

FAQ - Pertanyaan Umum

Kenapa Bupati Lebak tidak menemui mahasiswa saat demonstrasi pagi

Menurut Bupati Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya, ia sudah bersiap menerima aksi sesuai jadwal yang ditentukan dalam surat pemberitahuan. Namun, ketika berangkat pada pukul 08.00 WIB, mahasiswa belum hadir. Selama perjalanan, Bupati harus melanjutkan tugas pemerintahan lain yang tidak dapat ditinggalkan, sehingga ia tidak dapat menghadiri aksi pada saat itu.

Apa yang Bupati katakan tentang niat menghindar dari mahasiswa

Bupati menjelaskan bahwa ia tidak memiliki niat menghindar. Ia menegaskan bahwa ia siap menerima aksi dan menganggap demonstrasi bagian dari dinamika demokrasi yang harus dihormati. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak anti kritik.

Bagaimana Bupati menjelaskan keterlambatan aksi dan jadwal demonstrasi

Bupati menyatakan bahwa ada miskomunikasi terkait waktu pelaksanaan aksi. Walaupun surat pemberitahuan menjadwalkan aksi pukul 08.00 WIB, mahasiswa belum hadir pada waktu tersebut. Ia mengakui bahwa hal tersebut seharusnya tidak memperkeruh suasana jika komunikasi berjalan efektif.

Apa yang terjadi setelah pertemuan malam hari dengan mahasiswa

Pertemuan malam hari menghasilkan kesepakatan pembentukan forum dialog rutin antara mahasiswa dan Pemerintah Kabupaten Lebak. Bupati menyatakan forum tersebut akan menjadi ruang evaluasi terbuka dan ruang diskusi berkala sehingga aspirasi mahasiswa dapat disampaikan secara terstruktur dan produktif.

Bagaimana Bupati menanggapi kritik dan aspirasi mahasiswa

Bupati menegaskan bahwa kritik penting bagi pemerintahan dan ia tidak alergi terhadap aspirasi. Ia menyatakan bahwa demonstrasi dan forum dialog akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam menjalankan tugasnya, serta berharap komunikasi akan lebih baik di masa depan untuk menghindari kesalahpahaman.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Komentar akan dimoderasi sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!