CILEGON, OneNationPress.com — Sejumlah pemudik pejalan kaki mengeluhkan minimnya penerangan di jembatan penyeberangan penumpang yang menghubungkan Dermaga Eksekutif dengan Dermaga Reguler di Pelabuhan Merak. Kondisi jalur yang gelap dinilai membaha...
Exceutive Summary
Sejumlah pemudik di Pelabuhan Merak menilai kurangnya penerangan di jembatan penyeberangan antara Dermaga Eksekutif dan Dermaga Reguler menimbulkan risiko dan ketidaknyamanan, terutama saat malam. Beberapa lampu tidak berfungsi, dan petugas ASDP sedang memperbaikinya. Kiki, pemudik asal Lampung, mengutarakan kekecewaannya karena fasilitas belum siap menghadapi lonjakan arus mudik. Menurut ASDP, sistem lampu sedang ditingkatkan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang. Pihak ASDP menegaskan bahwa perbaikan akan segera selesai agar layanan bagi pemudik tetap maksimal selama masa mudik.
Poin Penting
- • Pemudik di Pelabuhan Merak menilai minimnya penerangan di jembatan penyeberangan antara Dermaga Eksekutif dan Dermaga Reguler menambah risiko keselamatan dan mengganggu kenyamanan saat menyeberang menuju Pulau Sumatera.
- • Petugas ASDP Indonesia Ferry tengah melakukan perbaikan dan peningkatan sistem lampu di jalur tersebut, dengan janji perbaikan akan segera selesai agar pelayanan pemudik tetap maksimal selama arus mudik.
- • Jembatan penyeberangan ini menjadi akses penting bagi pejalan kaki untuk berpindah dermaga, sehingga kelancaran dan keamanan penyeberangan sangat krusial terutama saat lonjakan arus mudik.
CILEGON, OneNationPress.com — Sejumlah pemudik pejalan kaki mengeluhkan minimnya penerangan di jembatan penyeberangan penumpang yang menghubungkan Dermaga Eksekutif dengan Dermaga Reguler di Pelabuhan Merak. Kondisi jalur yang gelap dinilai membahayakan serta mengganggu kenyamanan pemudik yang hendak menyeberang menuju Pulau Sumatera.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada malam hari, beberapa titik lampu di jalur penyeberangan tersebut dilaporkan tidak berfungsi. Sejumlah petugas juga terlihat tengah melakukan perbaikan pada instalasi lampu penerangan di area tersebut.
Salah seorang pemudik, Kiki, yang hendak pulang kampung ke Lampung, menyayangkan kondisi fasilitas yang dinilai belum optimal dalam menghadapi lonjakan arus mudik.
“Seharusnya sudah dipersiapkan dari jauh-jauh hari sebelum arus mudik seperti sekarang. Kalau jalannya gelap seperti ini cukup mengganggu, apalagi banyak pemudik yang membawa barang,” ujarnya kepada wartawan, Senin (16/3/2026).
Ia menambahkan, jalur penyeberangan tersebut merupakan akses penting bagi penumpang pejalan kaki untuk berpindah dari dermaga eksekutif menuju dermaga reguler.
Sementara itu, Humas ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Dheo, membenarkan adanya perbaikan pada fasilitas penerangan di jalur tersebut. Menurutnya, petugas saat ini tengah melakukan peningkatan sistem lampu guna memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang.
Pihak ASDP juga memastikan perbaikan akan segera diselesaikan agar pelayanan terhadap pemudik, khususnya pejalan kaki, dapat berjalan maksimal selama periode arus mudik.
FAQ - Pertanyaan Umum
Apakah alasan utama pemudik mengeluhkan penerangan di jembatan pelabuhan Merak
Para pemudik mengeluhkan minimnya penerangan karena beberapa lampu di jalur penyeberangan tidak berfungsi, menciptakan kondisi gelap yang dianggap membahayakan dan mengganggu kenyamanan saat menyeberang ke Pulau Sumatera.
Di mana tepatnya jembatan penyeberangan yang mengalami masalah penerangan
Jembatan tersebut terletak di antara Dermaga Eksekutif dan Dermaga Reguler di Pelabuhan Merak, tempat pemudik harus menyeberang sebelum melanjutkan perjalanan ke Pulau Sumatera.
Siapa yang mengatasi masalah lampu di jembatan tersebut
Petugas ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak sedang melakukan perbaikan dan peningkatan sistem lampu penerangan di area tersebut, menurut pernyataan humas ASDP, Dheo.
Apakah perbaikan lampu sudah berjalan dan kapan diperkirakan selesai
Perbaikan sudah dilakukan dan ASDP menjamin bahwa sistem lampu akan segera diselesaikan agar keamanan dan kenyamanan penumpang, khususnya pemudik pejalan kaki, dapat berjalan maksimal selama periode arus mudik.
Bagaimana kondisi penyeberangan ini mempengaruhi pengalaman pemudik, terutama yang membawa barang
Para pemudik, seperti Kiki yang membawa barang ke Lampung, merasa jalur gelap mengganggu dan belum optimal mengingat lonjakan arus mudik. Mereka mengharapkan persiapan lebih awal agar penyeberangan menjadi lebih aman dan nyaman.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!