Minggu, 15 Maret 2026
Daerah

Mahasiswa Segel Pendopo, Tuntut Bupati Lebak Temui Massa

B
Bang One
03 Mar 2026 • 27 views
Mahasiswa Segel Pendopo, Tuntut Bupati Lebak Temui Massa

Lebak – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Lebak (AML) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Lebak, Senin (2/3/2026) siang. Aksi tersebut melibatkan sejumlah organisasi, yakni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ...

🤖

Exceutive Summary

Ratusan mahasiswa Aliansi Mahasiswa Lebak (AML) memprotes kinerja Bupati Lebak di depan Kantor Bupati pada 2 Maret 2026. Aksi, yang melibatkan GMNI, HMI, PMII, dan Kumala, bertuliskan “Rapor Merah Bupati dan Wakil Bupati” dan menuntut pertemuan langsung dengan kepala daerah. Masyarakat menyalakan ban dan mencoba memasuki gedung, memicu aksi dorong-dorong dengan aparat. Akhirnya mahasiswa mendapatkan audiensi lewat Wakil Bupati Amir Hamzah di Pendopo Bupati, namun tuntutan belum terpenuhi. Koordinator Musail Waedurat mengajukan 14 poin, termasuk pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan tata kelola anggaran. Karena Bupati tidak hadir, mahasiswa menegaskan penyegelan gedung sebagai simbol kekecewaan dan berjanji melanjutkan aksi pada Selasa dini hari. Perencanaan pertemuan dengan Bupati akan difasilitasi oleh Kapolres Lebak.

🎯

Poin Penting

  • Ratusan mahasiswa Aliansi Mahasiswa Lebak (AML) bersatu dengan GMNI, HMI, PMII, dan Kumala untuk mengeksekusi demonstrasi di depan kantor Bupati Lebak, menampilkan spanduk “Rapor Merah Bupati dan Wakil Bupati” sebagai kritik kinerja kepala daerah.
  • Aksi menjadi tegang saat mahasiswa membakar ban dan mencoba memasuki kantor, namun akhirnya diterima audiensi oleh Wakil Bupati Amir Hamzah, meski belum memenuhi tuntutan massa akan pertemuan langsung dengan Bupati.
  • Koordinator aksi Musail Waedurat menyampaikan 14 poin tuntutan terkait pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan tata kelola anggaran, sementara mahasiswa menutup gedung sebagai simbol kekecewaan dan berencana melanjutkan aksi serta pertemuan pada Selasa pagi dengan fasilitasi Kapolres Lebak.

Lebak – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Lebak (AML) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Lebak, Senin (2/3/2026) siang.


Aksi tersebut melibatkan sejumlah organisasi, yakni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), serta Kumala.


Sejak siang, massa memadati halaman kantor bupati dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan “Rapor Merah Bupati dan Wakil Bupati” sebagai bentuk kritik terhadap kinerja kepala daerah.


Aksi sempat memanas ketika massa membakar ban di depan gerbang kantor bupati. Ketegangan terjadi saat mahasiswa berupaya masuk ke area kantor untuk menemui Bupati Lebak secara langsung. Aksi saling dorong dengan aparat tak terhindarkan. Bahkan, sejumlah mahasiswa sempat memanjat pagar sebelum akhirnya dihalau petugas keamanan.


Mahasiswa kemudian diterima audiensi oleh Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, di Pendopo Bupati Lebak. Namun, pertemuan tersebut dinilai belum menjawab tuntutan massa yang tetap menginginkan kehadiran Bupati secara langsung.


Koordinator Lapangan Aksi, Musail Waedurat, menyampaikan bahwa pihaknya membawa 14 poin tuntutan. Tuntutan tersebut mencakup sektor pendidikan, pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana publik, layanan kesehatan, hingga tata kelola anggaran daerah.


Kami sudah menyampaikan komitmen kami. Kami akan tetap menunggu sampai Bupati Lebak datang menemui kami secara langsung,” tegas Musail.


Karena Bupati tak kunjung hadir hingga aksi berlangsung, mahasiswa melakukan aksi simbolis dengan menyegel Gedung Negara Pemerintahan Lebak. Penyegelan itu disebut sebagai bentuk kekecewaan dan protes atas ketidakhadiran kepala daerah menemui massa aksi.


Aksi berakhir sebelum waktu Magrib. Mahasiswa menyatakan akan melanjutkan aksi pada Selasa dini hari pukul 03.00 WIB. Rencananya, pertemuan dengan Bupati Lebak akan difasilitasi oleh Kapolres Lebak.

FAQ - Pertanyaan Umum

Siapa saja yang terlibat dalam demonstrasi di depan kantor Bupati Lebak

Demonstrasi tersebut dipimpin oleh Aliansi Mahasiswa Lebak (AML) dan melibatkan organisasi mahasiswa seperti Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), serta Kumala.

Apa saja tuntutan utama yang disampaikan mahasiswa kepada Bupati Lebak

Mahasiswa mengajukan 14 poin tuntutan, mencakup peningkatan pendidikan, pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana publik, layanan kesehatan, serta tata kelola anggaran daerah.

Mengapa mahasiswa memilih untuk menyegel Gedung Negara Pemerintahan Lebak

Penegakan segel tersebut dianggap simbol ketidakpuasan dan protes atas ketidakhadiran Bupati Lebak yang tidak datang menemui massa, sehingga menegaskan tuntutan mereka.

Bagaimana jalannya aksi dan interaksi dengan aparat selama demonstrasi

Mahasiswa memadati halaman kantor, membakar ban, dan mencoba memasuki area kantor, yang memicu ketegangan dan dorongan dengan aparat. Beberapa mahasiswa bahkan memanjat pagar sebelum dihalau oleh petugas keamanan. Akhirnya, mahasiswa diterima audiensi oleh Wakil Bupati, namun belum puas dengan hasilnya.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Komentar akan dimoderasi sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!